[Catatan Untuk Anak Cucu 1] Assalamualaikum Anak-anakku, cucu-cucuku!
Assalamualaikum,
Hai nak, apa kabar? Ibu harap kamu selalu dalam keadaan yang baik, sehat, dan bahagia. Kamu sudah makan, kan?
Ini ibu, ibumu saat berusia 20 tahun. Hari ini ibu memutuskan untuk membuat serial catatan, suatu waktu, mungkin di tahun 2057, kamu bisa baca ini, begitupun anak-anakmu juga, yang berarti adalah cucu-cucuku. Sebelum memulai ini, ibu harap kamu tidak akan banyak tertawa, karena ibu tidak semengagumkan itu, bahkan kadang-kadang konyol, hahaha. Nak, pertanggal 21 November 2019, ibu belum bisa langsung memperkenalkan siapa ayahmu, karena memang belum ada, hahaha... Tapi hari ini ibu tidak sedang sendiri kok, sudah ada laki-laki yang setia menemani ibu di masa-masa kuliah, jadi teman cerita, sekaligus berantem. Dia lelaki yang baik, nak. Suatu hari saat ia benar-benar menjadi ayahmu, kamu akan menemukannya di postingan ibu yang kesekian.
Nak, ini ibu, waktu umur 19 tahun. Tidak jauh-jauh amat kok wajahnya pas umur 20. Ibumu cubby, tidak cantik, tapi manis. Ibu waktu itu ikut pembacaan puisi di Caping, Kampung Rimbun, Pamulang, Tangerang Selatan. Itu kali pertama ibu menampilkan diri membaca puisi di depan khalayak ramai. Waktu itu ibu membawakan puisi karya Gus Mus, judulnya Orang Kecil, Orang Besar. Hari itu ibu deg-degan bukan main, tangan gemetaran terus, tapi ketika maju ke depan membawakan puisi, alhamdulillah ibu bisa dengan lancar baca, nambah-nambah ekspresi dikit, walaupun tetap gemetaran. Hehehe...
Ibumu ini nak, sejak ada di bangku sekolah dasar memang paling hobby dengan segala hal seperti puisi, dan cerita-cerita. Saat ibu beranjak dewasa, ibu akhirnya kesampaian untuk melanjutkan pendidikan di universitas. Ibu ambil Sastra Indonesia, kuliah setiap hari Sabtu dari gelap ke gelap lagi, Senin sampai Jumatnya ibu nguli, nggali berlian untuk kebutuhan hidup keluarga dan biaya ibu sekolah ini, nak.
Akhirul kalam, segitu dulu perkenalannya, hehe. Ibu mau banyak cerita lagi nanti, sambil nyeritain ke kamu, minum kopi, dan dengerin lagu-lagunya Payung Teduh. Jangan lupa sholat, nak. Usahakan untuk tidak tidur terlalu larut. Peluk cium dari ibu.
Yang selalu mencintaimu,
Ibu.



that's cool, so inspired!
BalasHapusThank you, Auuuul :D
Hapus