Monolog




Ada masanya kau bertanya-tanya, siapa kau sebenarnya.

Ada.

Ada masanya kau bingung, sendirian. Mereka yang katanya sayang sejak pertama mengenalmu tiba-tiba buta. Ada. Masanya kau tidak merasa siapapun mengerti termasuk dirimu sendiri. Semua orang pernah kanak-kanak, jangan takut untuk menghadapi hal itu, mungkin menyedihkan ketika kita mempedulikan banyak hal tetapi kita tidak punya punggung-punggung tempat bersandar, mungkin menyebalkan ketika kita peka akan banyak hal, tetapi tidak ada satu hal pun yang dapat mengenali kita sejak awal mula.

Tidak apa, kau tidak benar-benar sendirian, masih ada Tuhan, semesta tanpa batas tempatmu mengadu. Kau tidak benar-benar sendirian, kau masih punya dirimu sendiri. Pribadi pertama kau belajar untuk mencintai. Karena kau terbangun di jam setengah tiga pagi tanpa siapapun, gelap, banyak hal di kepalamu, banyak masa yang mendesak dadamu, kau tidak punya pundak selain pundakmu sendiri yang merendah, tangismu tumpah di kedua lipatan tangan, satu jam sendirian dan kau hanya punya hening dan dirimu sendiri untuk bangun dari perasaan terpuruk yang tiba-tiba. Besok kau tidak boleh sedih, duniamu bukan tempat untuk terus menerus jatuh. Pagi-pagi kau harus tersenyum.

Tidak apa kalau hidupmu berubah, usiamu juga bertambah, lingkunganmu bukan kamu dengan dirimu yang secengengesan itu, yang haha hihi setiap hari. Kau tidak pernah sendiri, kau punya dirimu sendiri untuk bangun dari banyak kejatuhan, kau punya dirimu sendiri untuk meyakinkan bahwa kau mampu melewati banyak hal yang tidak kau mengerti. Jadi jangan pelit senyum, ya?


*Monolog di depan kaca bedak wardah, 14 Agustus 2018

Komentar

Postingan Populer