Cuma
![]() |
| (source image: tumblr) |
Kau berjalan, di lengang malam
Tiada satu, atau dua kau temui
Hidupmu adalah senar-senar gitar
Bertautan, kau bermelodi
Nyanyikan aku, wahai
lagu yang menceritakan tentang kisah-kisah terdahulu
Di beranda rumahku, saat Ayah tiada di rumah
Melesatlah ribuan panah, wahai
Jarak tak beranjak
Rindu yang beranak pinak
dan cinta ini bukan sekedar cuma...
*Ka Ha, lupa tanggal. Puisi ini diterbitkan bersama beberapa puisi lainnya dalam antologi Love Line yang diterbitkan oleh penerbit Ellunar pada tahun 2017 :), selamat jatuh cinta.



Komentar
Posting Komentar