Dandelion, apakah kau tahu?
Rasa ini bagai tunas yang tumbuh menjalar, berduri, meluka, dan meninggalkan bekas perih
Dandelion, apakah kau tahu?
Bayangannya bagai terbungkus oleh senja. Selalu ada, tidak perduli manakala hari itu cerah atau muram
Lalu Dandelion, apakah kau mengerti?
Aku menebas perasaan ini habis tanpa sisa
Membiarkannya mati dalam hati dan tenang dibungkus kenangan
Tetapi Dandelion, apakah kau menduga?
Semakin kutebas tunas itu semakin meranggas, mengganas, luka
Dandelion, aku harap dalam senja ku yang sepi. Bayangannya mau pergi. Jauh.
Ya, sejauh kau yang entah dimana..
*Rnu, ditengah gelapnya malam...
Komentar
Posting Komentar